Cara Menjaga Pakaian Agar Tetap Awet Selalu

Bila Anda mempunyai pakaian atau baju yang paling disayangi, Anda mesti kenakan, membersihkan, serta menyimpannya dengan bertanggungjawab hingga dapat bertahan kurun waktu lama. Beberapa pakar kain serta fashion terpenting memberi panduan gampang untuk buat baju berusia panjang.

 

Cara Menjaga Pakaian Agar Tetap Awet Selalu

Jauhi mesin pengering untuk baju, jaket, serta celana wol. Pendiri The Laundress New York, Gwen Whiting serta Lindsey Boyd menyebutkan wol juga akan mengerut bila sangat banyak terkena panas di mesin pencuci serta pengering.

Jadi ubahnya, gantung baju untuk mengeringkannya dengan alami. Bersihkan tanpa ada tenaga. Janganlah kadang-kadang menggosok-gosok sangat kuat dengan tangan, sebab dapat meregangkan atau menipiskan kainnya.

 

Sweater kasmir

Anda tetaplah dapat membersihkan sweater kasmir favorite Anda. Kuncinya yaitu janganlah meremas sweater type ini. Janganlah juga menggantungnya karna juga akan mengakibatkan cekungan-cekungan di banyak sisi. Biarlah kering alami diatas handuk atau dijemur horizontal.

 

Activewear serta athleisure

Deterjen umum yang Anda pakai sepanjang beberapa puluh th. tidak di produksi untuk kain sintetis moderen. Founder HEX Performance, perusahaan deterjen baju atlet, Drew Westervelt menyebutkan activewear serta athleisure terbuat dari kain sintetis memiliki bahan plastik serta surfaktan. Deterjen alami didesain untuk serat alami, seperti kapas. Kapas gampang dibikin bersih karna berpori.

 

Baju activewear serta athleisure membutuhkan deterjen spesial untuk menembus kain, menyingkirkan keringat, noda, minyak badan, serta bau bakteri. Westervelt menyebutkan type ini tidak baik dicuci dengan pewangi, pewarna, brighteners optik, hingga semua butuh dijauhi. Janganlah juga memakai mesin pengering.

 

Langkah pas untuk membersihkan baju olah raga yaitu memakai deterjen spesial untuk bahan sintetis, air dingin, serta siklus membersihkan yang lembut. Pengeringan alami dengan udara lebih aman, terlebih poliester umumnya cepat kering.

 

Baju

Dry cleaning serta starching telah cukup untuk memecah serat katun alami dari baju, hingga telah dapat dikeringkan dengan digantung atau disetrika dalam keadaan tidak terlalu kering.

 

Sarung tangan, syal, topi, serta aksesori rajutan lainnya

Pengering yaitu musuh paling besar baju bahan rajutan. Rajutan gampang rusak saat terkena suhu tinggi. Direktur Kreatif We Are Knitters, Alberto Bravo menyebutkan bila Anda memasukkan rajutan ke pengering, baju juga akan berkurang serta perlahan-lahan rusak. Jadi ubahnya, bersihkan rajutan dengan air dingin, serta tempatkan diatas handuk hingga kering.

Inilah 3 Tahapan Pengolahan Air Limbah Alami Dan Sederhana Dengan Bantuan

Semakin meningkatnya volume air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan domestik (rumah tangga) maupun pihak industri membuat kita harus berpikir keras. Bagaimana caranya agar air buangan tersebut tidak membahayakan alam sekitar hingga kehidupan ke depannya. Jika air limbah tersebut mengandung bakteri patogen dan langsung dibuang ke badan air tanpa dioleh terlebih dahulu, tentunya akan membwa berbagai macam penyakit serta kerugian yang lainnya.

Inilah 3 Tahapan Pengolahan Air Limbah Alami Dan Sederhana Dengan Bantuan

Saat ini banyak sekali jasa IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah yang ditawarkan. Cara ini terbilang cukup menjanjikan sehingga tidak sedikit orang yang menggunakannya teknologi ini. Namun biaya investasi untuk IPAL sendiri tidak sedikit. Namun tahukah Anda bagaimana tahapan penting dalam pengolahan limbah saat ini yang banyak menggunakan bantuan, salah satunya IPAL ini?

 

  1. Pengolahan Pertama

Tahapan ini lebih lazim disebut sebagai primary treatment. Pada tahapan ini, limbah akan dipisahkan antara zat padatan dengan cairan menggunakan saringan dan wadah endapan. Alat yang digunakan pada primary treatment ini biasanya filter pasir lambat, filter pasir yang cepat, vacuum filter (kedap udara), filter coal, dan saringan multimedia.

 

  1. Pengolahan Kedua

Tahapan ini disebut dengan secondary treatment. Pada tahapan ini, proses pengolahan limbah lebih kompleks dibandingkan dengan tahapan pertama. Pada tahap ini, limbah akan dikaogulasikan, koloid akan dihilangkan, serta penstabilan zat organik di dalam air limbah.

Penguraian bahan-bahan fosfor, nitrogen, serta bahan organik lainnya menggunakan bakteri. Adapun bakteri yang dipakai ialah bakteri aerob (hidup dengan oksigen) dan bakteri anaerob (hidup tanpa menggunakan oksigen).

 

  1. Pengolahan Ketiga

Tertiary treatment atau pengolahan ketiga ini bertujuan untuk memusnahkan bakteri patogen yang banyak terkandung dalam air limbah. Setelah limbah diproses di pengolahan pertama dan kedua, maka zat-zat yang terkandung di dalam limbah seperti fosfor, nitrogen, dan zat lainnya hilang, maka di tahap ketiga ini akan diberi tambahan bubuk klor. Tentu saja tujuannya untuk memghilangkan bakteri patogen di dalam limbah.

Jika sudah didiamkan beberapa lama, maka limbah sudah bisa dibuang dengan aman karena sudah ternetralisir melalui 3 tahap pengolahan limbah.

Keunggulan Proses Pengolahan Air Limbah Menggunakan Biofilter Anaerob – Aerob

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengolah air limbah agar bisa dimanfaatkan kembali. Salah satu cara yang paling sering dilakukan oleh perusahaan berskala besar yakni mengolah air limbah menggunakan biofilter anaerob-aerob. Instalasi Pengolahan Air Limbah yang menggunakan biofilter ini menggabungkan proses biofilter anaerob dan aerob sehingga bisa memisahkan dan membuang limbah kimiawi dan biologis dari air.

Keunggulan Proses Pengolahan Air Limbah Menggunakan Biofilter Anaerob – Aerob

Pada tahapan pengolahan air limbah menggunakan biofilter anaerob, polutan organik dalam air limbah akan diurai menjadi gas karbon dioksida dan methan. Dengan demikian kadar kandungan COD, BOD dan TSS (padatan tersuspensi) akan menurun. Kemudian tahapan pengolahan akan dilanjutkan menggunakan biofilter aerob. Pada proses kedua ini, sisa polutan organik akan diurai kembali menjadi air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Sedangkan amonia akan teroksidasi menjadi nitrit dan gas H2S akan berubah menjadi sulfat.

Keunggulan Pengolahan Air Limbah Menggunakan Biofilter Anaerob-Aerob

Proses pengolahan air limbah menggunakan biofilter anaerob-aerob memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya dipilih oleh banyak perusahaan. Selain memanfaatkan konsumsi energi lebih rendah demi menghasilkan air olahan dengan baku mutu sesuai  BPLHD atau lingkungan hidup serta bisa diterapkan untuk limbah domestik maupun industri, proses ini juga dianggap menguntungkan karena memiliki keunggulan seperti berikut :

  1. Berfungsi sebagai media penyaring limbah

Biofilter memiliki fungsi lain yakni sebagai penyaring suspended solids (TSS) dan bakteri E.coli yang terdapat di air limbah. Adanya penyaringan sistem aliran dari bawah ke atas membuat partikel tersuspensi akan mengendap di bagian dasar bak filter sehingga proses penyaringan lebih efisien dan kadar padatan suspensi yang naik akan berkurang secara signifikan. Proses penyaringan biofilter ini dianggap cocok diaplikasikan untuk pengolahan air limbah berkapasitas kecil hingga menengah karena mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan banyak energi.

  1. Efisien dalam menghilangkan senyawa phospor

Pada pengolahan air limbah dengan beban organik cukup besar, proses pengolahan biofilter anaerob-aerob mampu menghilangkan senyawa fosfor dan BOD dengan sangat baik daripada hanya melakukan satu proses anaerob atau aerob saja. Pada kondisi anaerob, senyawa phospor organik akan keluar dan terlarut pada proses aerob selanjutnya. Kemudian senyawa phospor tersebut akan disintesa menggunakan energi yang dihasilkan dari proses oksidasi senyawa organik (BOD). Sehingga kedua padatan tersuspensi tersebut akan berkurang.